NEWS
AAA Investment lolos dari pailit
JAKARTA. PT AAA Investment dapat bernafas lega. Pasalnya, perusahaan pembiayaan itu lolos dari kepailitan setelah proposal perdamaian yang diajukannya diterima oleh seluruh kreditur.
 
Dalam rapat kreditur yang beragendakan pemungutan suara, Kamis (25/2) tim pengurus PKPU menyampaikan, sebanyak 20 kreditur yang hadir seluruhnya menyetujui proposal perdamaian AAA Sekuritas. Di mana, 20 kreditur itu mewakili Rp 210,44 miliar atau 97% dari total tagihan.
 
"Sehingga homologasi setidaknya sudah dapat tercapai," ungkap tim pengurus dalam rapat. Awalnya, ada beberapa kreditur yang tidak setuju dengan proposal perdamaian AAA Investment.
 
Seperti Seperti Perkumpulan Aloysius dan Keuskupan Agung Semarang yang notabene keduanya tergolong kreditur dengan tagihan terbanyak masing-masing sebesar Rp 35,82 miliar dan Rp 33,8 miliar.
 
Sehingga, rapat sempat tertunda beberapa saat untuk AAA Investment berdiskusi internal kepada para krediturnya. Setelah ditunda, akhirnya seluruh kreditur menyetujuinya.
 
Sugiarta Gunawan, kuasa hukum AAA Investment mengatakan, pihaknya berhasil meyakini para kreditur kalau memang kliennya memiliki iktikad baik untuk membayar seluruh tagihan. "Proposal tersebut memang disusun sesuai dengan kemampuan perusahaan saat ini," ungkap dia seusai rapat.
 
Apalagi, lanjut dia, saat ini AAA Investment sudah memiliki investor yang siap membantu bisnis utama perusahaan di bidang properti. Namun sayanya ia tak menyebutkan siapa investor itu.
 
Ia hanya bilang, investornya memiliki bidang usaha yang sama yakni di bidang pembiayaan. "Investornya berasal dari dalam negeri dan cukup besar," tambah Sugiarta.
 
Masuknya investor ke dalam perusahaan diakuinya tidak melalui proses menyuntikkan uang segar untuk modal usaha seperti kebanyakan investor lakukan. Tapi, investor ini justru akan membawa seperti intelektual properti, koneksi, peluang bisnis dan manajemen.
 
"Dia (investor) lebih membawa potensi bisnis kedepannya untuk bantu AAA Investment untuk ngembangin bisnisnya lagi," jelas Sugiarta. Sehingga ia mengatakan kedepannya tak menutup kemungkinan akan adanya pergantian pemegang saham.
 
Nah, proses masuknya investor itu lah yang menjadi alasan AAA Investment untuk membayar tagihan kepada para kreditur dengan waktu yang cukup lama yakni delapan tahun. "Apalagi investor baru mau mulai masuk ke perusahaan setelah adanya homologasi," sambung Sugiarta.
 
Ia juga mengakui bisnis perusahaan masih akan fokus di sektor properti, aset manajement, dan perkapalan. Pihaknya optimistis keadaan ekonomi global termasuk ketiga sektor itu akan membaik di tahun ini.
 
Menanggapi hasil pemungutan suara itu, kuasa hukum salah satu kreditur Steven Halim yang awalnya tak setuju pun mengatakan, pihaknya berpikir ulang efek dari jika AAA Investment pailit. "Impactnya harta kreditur dibagi prorata, masalahnya tak ada yang bisa dibagi. Itu yg buat kami setuju," ungkap dia seusai rapat.
 
Memang sebelumnya, Sugihata Gunawan mengaku kliennya saat ini tidak memiliki aset. Pasalnya aset yang dimiliki perusahaan saat ini hanya berupa saham pada anak perusahaan. "Dan cukup sulit untuk menilai sebuat saham harus memerlukan waktu yang lama," ungkap dia beberapa waktu lalu. 
 
 Reporter Sinar Putri S.Utami 
Editor Sanny Cicilia
Sumber: kontan.co.id, Kamis, 25 Februari 2016 / 18:41 WIB
DEDY ARDIAN & PARTNERS
Gedung Arva Lt.3
Jl. Cikini Raya No. 60, Jakarta 10330
Tel : +62 21 314 7154
Fax : +62 21 390 3994
Mobile : +62 0811 903 286
E-mail : deape.prasetyo@gmail.com

Copyright © 2014. All Rights Reserved
Link Sosial Media