NEWS
BUMI Ditagih Rp97 Triliun
JAKARTA — Utang sementara PT Bumi Resource Tbk yang tercatat di tim pengurus PKPU mencapai US$7,29 miliar atau setara Rp97 triliun. Guna mencapai perdamaian, perseroan menawarkan konversi utang jadi nilai total utang tersebut masih bisa berubah lantaran belum diverifikasi.
 
Menurut salah satu pengurus PKPU emiten berkode BUMI, William E. Daniel, pencocokan tagihan kreditur akan dilaksanakan pada 30 Mei mendatang.
 
“Diharapkan para kreditur dapat mendaftarkan tagihan paling lambat 23 Mei 2016,” kata William, Senin (9/5).
 
BUMI dinyatakan berstatus dalam penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara selama 45 hari berdasarkan putusan pengadilan niaga pada 25 April.
 
Permohonan diajukan oleh Castleford InvestmentHoldings Ltd. Debitur sendiri mengakui kesulitan untuk membayar semua utangnya kepadak reditur me lihat kondisi harga komoditas saat ini.
 
Karena itu, PKPU akan dipakai untuk menegosiasikan pembayaran utang-utang perseroan. Dalam ringkasan proposal perdamaian debitur yandiperoleh Bisnis, Bumi Resource berencana mengubah mayoritas utangnya menjadi saham.
 
Direktur Keuangan PT Bum Resource Tbk  Andrew C. Beckham memaparkan ringkasan rencana perdamaian debitur telah didiskusikan sepanjang dua tahun terakhir. Terdapat tujuh poin usulan alokasi instrumen penyelesaian.
 
“Proposal ini masih dapat berubah sejalan dengan negosiasi yang dilakukan BUMI dengan para krediturnya hingga muncul draffinal pada 6 Juni 2016,”kataAndrew dalam rapat kreditur.
 
Disebutkan, bahwa pinjaman BUMI kepada China Investment Corporation (CIC) diselesaikan dengan cara US$150 juta dikonversi menjadi 5,2 miliar saham BUMI dari penawaran umum terbatas pada 2014.
 
Sementara itu, US$450 juta menjadi 45% kepemilikan saham di PT Pendopo Energi Batub ra, dan US$180 juta menjadi 40% kepemilikan PT Dairi  Prima Minerals, serta sisa saldo dikonversi menjadi saham BUMI. Adapun, pinjaman pokok dan bunga terhadap China Development Bank (CDB) diselesaikan melalui skema yang berbeda. Bunga utang diselesaikan dalam newsenior secured facility ranceA dan trance B dengan masing- masing pembayaran 50%.
 
Utang pokok US$550 juta akan konversi ke Pendopo equity dan US$100 juta ontingent value rights (CVR). Andrew menambahkan obligasi berjaminan periode 2016 dan2017 serta pinjaman bilateral akan diselesaikan melalui empat pembagian.
 
Sebanyak 31,3% tota utang akan diselesaikan dengan New Senior Secured Facility dan New 2021 notes serta 14,1% utang akan dikonversi menjadi mandatory convertible bond s (MCB). Adapun, 49,9% utang di konversi menjadi saham BUMI dan 4,7% utang akan dibayar dari hasil penjualan PT Kutai Bara Nusantara (jaminanAxis Bank).
 
Penyelesaian tagihan obligasi konversi dibagi menjadi dua bagian, yakni 15% utang dikonversi menjadi saham BUMI dan 85% diubah menjadi MCB dengan jatuh tempo dalam 5 tahun. Piutang Castleford Investment US$53 juta, seluruhnya akan dikonversi menjadi saham BUMI.
 
Utang-utang konkuren lain termasuk vendor dikonversi menjadi saham BUMI dan melalui skema  pembayaran dengan tenor maksimal selama 10 tahun.
 
Penempatan Direktur
 
Pihaknya menuturkan masing-masing kreditur saham BUMI dan kreditur new senior secured facility memiliki hak untuk mencalonkan satu direktur dan satu komisaris dalam anggota dewan perusahaan. Dalam kesempatan yang sama,kuasa hukum Castelford Januardo Sihombing belum bisa memberikan tanggapan terkait proposal perdamaian.
 
Pihaknya masi akanmembahasdengan prinsipal.
 
“Kami memahami kondisi debitur, tetapi PKPU ini merupakan jalan terbaik agar BUMI bisa menyelesaikan utangnya,” kata Januardo.
 
Dia meyakini debitur masih memiliki itikad baik untuk menyelesaikan utang.
 
 
Rio Sandy Pradana  
Editor : Nancy Junita
Sumber: bisnis.com, Selasa, 10/05/2016 03:40 WIB

http://koran.bisnis.com/read/20160510/439/545639/bumi-ditagih-rp97-triliun

DEDY ARDIAN & PARTNERS
Gedung Arva Lt.3
Jl. Cikini Raya No. 60, Jakarta 10330
Tel : +62 21 314 7154
Fax : +62 21 390 3994
Mobile : +62 0815 10463095
E-mail : deape.prasetyo@gmail.com

Copyright © 2014. All Rights Reserved
Link Sosial Media